Review iPhone 15 Pro: Selamat Tinggal Lightning, Selamat Datang Titanium
Tahun 2023 hingga 2024 menandai era baru bagi Apple. Tekanan dari Uni Eropa akhirnya memaksa mereka meninggalkan port Lightning yang ikonik, beralih ke standar universal masa kini: USB-C. Namun, iPhone 15 Pro menawarkan jauh lebih banyak inovasi daripada sekadar pergantian lubang *charger*.
Material Titanium Grade 5
Perubahan yang paling langsung terasa saat menggenggam perangkat ini adalah bobotnya. Berkat penggunaan Titanium Grade 5 (material yang digunakan pada *rover* penjelajah Mars milik NASA), bobot iPhone 15 Pro turun drastis menjadi 187 gram (dari sebelumnya 206 gram di seri 14 Pro yang memakai *Stainless Steel*).
Bagian tepinya kini dibuat sedikit melengkung (contoured edges), sehingga jauh lebih nyaman dipegang berlama-lama tanpa *casing*.
Chip A17 Pro: Konsol Genggam?
Ini adalah *chipset* 3-nanometer pertama di industri *smartphone*. Performanya sangat absurd hingga Apple berani membawa game AAA versi PC/Konsol seperti Resident Evil Village dan Death Stranding berjalan *native* (tanpa *cloud gaming*) di HP ini. Meski saat dimainkan HP terasa cukup panas (mencapai 45°C), terobosan *hardware-accelerated ray tracing*-nya layak diacungi dua jempol.
Action Button Menggantikan Mute Switch
Tombol Mute geser legendaris kini diubah menjadi tombol tekan (*Action Button*). Anda bisa memprogramnya untuk membuka kamera, menyalakan senter, merekam *Voice Memo*, hingga menjalankan pintasan cerdas (*Shortcuts*). Sebuah langkah kecil, namun sangat berdampak pada alur penggunaan harian.